Memasuki tahun ajaran baru, perhatian dunia pendidikan di Indonesia mulai tertuju pada pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer atau yang lebih dikenal dengan ANBK 2026. Sejak menggantikan Ujian Nasional (UN), ANBK telah menjadi instrumen krusial bagi pemerintah untuk memetakan kualitas sistem pendidikan secara menyeluruh, bukan sekadar menilai capaian individu siswa.
Bagi banyak pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga orang tua, ANBK 2026 mungkin terasa menantang.
Hal ini dikarenakan standar soal yang terus berkembang serta fokus penilaian yang lebih mengedepankan logika berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills atau HOTS). Artikel ini akan mengupas tuntas segala hal yang perlu Anda ketahui tentang ANBK 2026 agar proses persiapan menjadi lebih terarah dan efektif.
Apa Itu ANBK 2026 dan Mengapa Begitu Penting?
ANBK 2026 adalah program penilaian mutu sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar hingga menengah. Berbeda dengan UN yang menentukan kelulusan, hasil dari ANBK akan digunakan sebagai bahan evaluasi dalam Rapor Pendidikan. Data ini nantinya membantu Kemendikbudristek untuk menentukan kebijakan dan bantuan yang tepat bagi sekolah-sekolah di Indonesia.
Penting untuk dipahami bahwa ANBK tidak hanya menguji kemampuan akademik siswa secara mentah. Ia dirancang untuk melihat bagaimana lingkungan sekolah mendukung proses belajar-mengajar. Oleh karena itu, persiapan untuk ANBK 2026 tidak bisa dilakukan secara instan melalui sistem kebut semalam, melainkan memerlukan adaptasi budaya belajar yang lebih kritis dan analitis.
Tiga Instrumen Utama dalam ANBK 2026
Pelaksanaan ANBK 2026 tetap mengacu pada tiga instrumen utama yang menjadi pilar penilaian. Memahami ketiga poin ini adalah kunci utama dalam menyusun strategi belajar di sekolah:
1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)
AKM mengukur dua kompetensi dasar siswa: Literasi Membaca dan Literasi Numerasi. Di tahun 2026, soal-soal AKM diprediksi akan lebih kontekstual, menghubungkan teks bacaan dengan fenomena kehidupan sehari-hari. Siswa tidak diminta menghafal rumus, melainkan menggunakan logika untuk memecahkan masalah.
2. Survei Karakter
Survei ini bertujuan mengukur hasil belajar non-kognitif siswa. Fokus utamanya adalah internalisasi nilai-nilai Pancasila, seperti beriman dan bertakwa, gotong royong, mandiri, kreatif, bernalar kritis, dan berkebinekaan global. Jawaban siswa dalam survei ini mencerminkan sikap dan kebiasaan mereka dalam berinteraksi.
3. Survei Lingkungan Belajar (Sulinjar)
Berbeda dengan dua instrumen sebelumnya, Sulinjar tidak hanya diikuti oleh siswa, tetapi juga oleh guru dan kepala sekolah. Tujuannya adalah untuk memotret kualitas iklim keamanan, kebhinekaan, dan kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah tersebut.
Strategi Menghadapi AKM Literasi dan Numerasi

Banyak siswa yang merasa kesulitan saat berhadapan dengan soal AKM karena teksnya yang panjang dan data numerik yang kompleks. Untuk menyiasati ANBK 2026, berikut adalah beberapa strategi yang bisa diterapkan oleh guru di kelas:
- Biasakan Membaca Kritis: Jangan hanya meminta siswa membaca, tetapi mintalah mereka menyimpulkan isi teks, membandingkan dua teks berbeda, dan mencari argumen pendukung dalam bacaan tersebut.
- Numerasi dalam Konteks: Ajarkan matematika bukan sebagai deretan angka, melainkan sebagai alat bantu. Gunakan contoh seperti menghitung diskon belanja, membaca grafik cuaca, atau merencanakan anggaran sederhana.
- Simulasi Mandiri: Manfaatkan platform simulasi resmi dari pemerintah atau aplikasi edukasi untuk membiasakan siswa dengan antarmuka ujian berbasis komputer agar mereka tidak kaget saat hari H.
Persiapan Teknis: Infrastruktur Sekolah yang Wajib Siap
Kesuksesan ANBK 2026 tidak hanya bergantung pada kemampuan siswa, tetapi juga kesiapan infrastruktur sekolah. Masalah teknis seperti koneksi internet yang lambat atau perangkat yang tiba-tiba mati sering kali menjadi kendala utama.
Sekolah perlu memastikan bahwa laboratorium komputer atau perangkat Chromebook dalam kondisi prima. Tim IT sekolah atau proktor harus melakukan pengecekan berkala terhadap server lokal (jika menggunakan moda semi-daring) atau kestabilan bandwidth (jika menggunakan moda daring penuh). Selain itu, pelatihan bagi proktor dan teknisi sangat disarankan agar mereka mampu menangani kendala teknis secara cepat saat ujian berlangsung.
Peran Orang Tua dalam Mendukung Sukses ANBK
Meskipun ANBK tidak menentukan nilai akhir di rapor individu siswa, tekanan yang dirasakan anak tetaplah nyata. Orang tua memiliki peran penting dalam menjaga kondisi psikologis anak. Berikan pemahaman bahwa ANBK adalah cara bagi pemerintah untuk memperbaiki sekolah mereka, sehingga anak tidak perlu merasa terbebani secara berlebihan.
Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup dan asupan nutrisi yang baik menjelang pelaksanaan ANBK 2026. Dorong anak untuk lebih banyak membaca buku bacaan yang beragam di rumah untuk meningkatkan kemampuan literasi mereka secara alami.
Estimasi Jadwal Pelaksanaan ANBK 2026
Meskipun jadwal resmi biasanya baru dirilis mendekati tahun pelaksanaan, berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya, kita dapat memprediksi alur pelaksanaan ANBK 2026 sebagai berikut:
- Sinkronisasi dan Simulasi: Biasanya dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September untuk memastikan server dan perangkat siap digunakan.
- Pelaksanaan Jenjang SMA/SMK/Sederajat: Umumnya jatuh pada bulan September.
- Pelaksanaan Jenjang SMP/Sederajat: Biasanya dilaksanakan pada akhir September atau awal Oktober.
- Pelaksanaan Jenjang SD/Sederajat: Umumnya dilakukan dalam beberapa gelombang pada bulan Oktober hingga November.
Kesimpulan: Menatap Pendidikan yang Lebih Baik
ANBK 2026 bukanlah sebuah hantu yang harus ditakuti, melainkan cermin bagi sekolah untuk terus berbenah. Dengan persiapan yang matang—baik dari sisi penguatan literasi dan numerasi siswa, kesiapan teknis sekolah, hingga dukungan emosional dari orang tua—pelaksanaan asesmen ini bisa berjalan dengan lancar.
Mari jadikan momentum ANBK 2026 sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang lebih kritis, kreatif, dan berkarakter. Fokuslah pada proses belajar yang bermakna, karena hasil yang baik hanyalah bonus dari pendidikan yang dijalani dengan penuh dedikasi.
