Selamat Tinggal GPT-40! OpenAI Resmi Suntik Mati Model AI Paling ‘Manusiawi’ di ChatGPT, Ini Alasannya

Kabar mengejutkan datang bagi para pengguna setia layanan kecerdasan buatan milik OpenAI. Perusahaan teknologi raksasa tersebut secara resmi mengumumkan penghentian layanan atau ‘pensiun’ bagi salah satu model bahasa mereka yang paling dicintai, yaitu GPT-40.

Keputusan ini menandai berakhirnya era model AI yang selama ini dikenal paling ekspresif dan memiliki gaya bicara yang sangat mendekati manusia. Langkah ini diambil OpenAI sebagai bagian dari strategi penyederhanaan jajaran produk mereka di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat.

Terhitung sejak tanggal 13 Februari 2026, model legendaris ini tidak lagi dapat diakses melalui platform chatbot ChatGPT. Keputusan ini pun menuai berbagai reaksi dari komunitas pengguna yang merasa telah memiliki kedekatan emosional dengan karakter respons GPT-40.

Daftar Model AI yang Dihapus oleh OpenAI

Dalam pengumuman resminya, OpenAI menegaskan bahwa GPT-40 bukanlah satu-satunya model yang harus pamit dari ekosistem mereka. Beberapa varian lain juga ikut ditarik dari peredaran guna memberikan ruang bagi teknologi yang lebih mutakhir.

Berikut adalah daftar lengkap model kecerdasan buatan yang kini sudah tidak lagi tersedia di layanan ChatGPT:

  • GPT-40: Model utama yang dikenal sangat ramah dan ekspresif.
  • GPT-4.1: Iterasi perbaikan dari generasi keempat.
  • GPT-4.1 mini: Versi ringan yang sebelumnya digunakan untuk efisiensi.
  • o4-mini: Model turunan yang juga resmi dihentikan.

Sebelum langkah besar ini diambil, OpenAI sebenarnya sudah mulai melakukan ‘bersih-bersih’ portofolio mereka. Beberapa waktu sebelumnya, perusahaan yang dipimpin oleh Sam Altman ini juga telah memensiunkan model GPT-5 Instant serta GPT-5 Thinking.

Alasan GPT-40 Menjadi Favorit Banyak Orang

GPT-40 pertama kali diperkenalkan ke publik pada Mei 2024. Sejak kemunculannya, model ini langsung mencuri perhatian dunia karena kemampuannya dalam berkomunikasi yang terasa jauh lebih “manusiawi” dibandingkan pendahulu maupun pesaingnya.

Bagi banyak pengguna ChatGPT Plus dan Pro, GPT-40 bukan sekadar alat pencari informasi. Model ini sering diandalkan untuk kebutuhan kreatif seperti menulis naskah, melakukan sesi brainstorming, hingga menjadi teman diskusi personal.

Respons yang diberikan oleh GPT-40 dinilai memiliki kehangatan dan nada bicara yang tidak kaku. Hal inilah yang membuatnya tetap menjadi pilihan utama meskipun OpenAI telah merilis model yang secara teknis lebih cerdas.

Sentuhan Personal yang Sulit Tergantikan

Kelebihan utama GPT-40 terletak pada kemampuannya menangkap nuansa emosi dalam teks. Pengguna merasa bahwa model ini mampu memberikan saran yang lebih ramah dan mendukung, sehingga proses kreatif menjadi lebih menyenangkan.

Banyak profesional kreatif merasa bahwa model penerusnya, meskipun lebih pintar dalam logika, terkadang terasa terlalu formal dan kehilangan sentuhan intuitif yang dimiliki oleh GPT-40.

Drama Transisi: Protes Pengguna dan Kembalinya GPT-40

Langkah OpenAI untuk memensiunkan GPT-40 sebenarnya bukan tanpa hambatan. Ketika OpenAI merilis model GPT-5 pada Agustus 2025, mereka sempat mencoba untuk langsung menghapus opsi penggunaan GPT-40.

Namun, kebijakan tersebut langsung disambut dengan protes keras dari para pelanggan berbayar. Banyak pengguna mengeluhkan bahwa GPT-5 terasa sangat kaku, membosankan, dan terlalu mengikuti protokol formal, sehingga kurang efektif untuk pekerjaan yang membutuhkan kreativitas tinggi.

Merespons protes tersebut, OpenAI sempat melunak dan mengembalikan GPT-40 sebagai opsi dalam masa transisi. Selama periode itu, tim pengembang bekerja keras menyempurnakan GPT-5 agar bisa memenuhi ekspektasi pengguna yang merindukan gaya bicara GPT-40.

Data di Balik Keputusan: Mengapa Harus Pensiun Sekarang?

OpenAI pensiunkan GPT-4o

Meski sangat dicintai, angka penggunaan menunjukkan tren yang berbeda. OpenAI mengungkapkan bahwa saat ini hanya sekitar 0,1 persen dari total pengguna harian yang masih aktif memilih model GPT-40 secara manual.

Mayoritas pengguna ChatGPT kini telah beralih menggunakan GPT-5.2. Model terbaru ini dirilis pada Desember 2025 dan diklaim telah berhasil menggabungkan kecerdasan logika tingkat tinggi dengan kemampuan interaksi yang lebih luwes.

Pihak manajemen OpenAI mengakui bahwa memutuskan untuk menghentikan model sepopuler GPT-40 bukanlah perkara mudah. Namun, mereka berargumen bahwa langkah ini sangat krusial untuk efisiensi operasional.

Fokus pada Inovasi Masa Depan

Dengan memangkas model-model lama, OpenAI dapat memusatkan seluruh sumber daya komputasi dan tim pengembang mereka untuk meningkatkan performa model-model terbaru yang lebih banyak digunakan oleh publik.

Penyederhanaan lini produk ini diharapkan dapat membuat ekosistem ChatGPT menjadi lebih ringan, cepat, dan lebih mudah dikembangkan di masa mendatang tanpa terbebani oleh pemeliharaan infrastruktur model lawas.

Siapa Saja yang Terdampak Keputusan Ini?

Kebijakan penghentian GPT-40 ini memiliki dampak yang berbeda-beda bagi setiap kategori pengguna. Penting bagi Anda untuk mengetahui posisi akun Anda saat ini agar tidak bingung saat opsi model tersebut hilang.

Bagi pengguna ChatGPT Plus dan Pro, Anda adalah pihak yang paling merasakan dampaknya. Opsi untuk memilih GPT-40 dalam menu drop-down kini telah resmi ditiadakan dan secara otomatis akan dialihkan ke model yang lebih baru.

Namun, ada kabar baik bagi para pengembang atau developer. Mereka yang mengakses GPT-40 melalui API (Application Programming Interface) dilaporkan tidak akan terdampak dalam waktu dekat. OpenAI masih memberikan kelonggaran bagi penggunaan API agar aplikasi pihak ketiga tidak mengalami gangguan mendadak.

Bagaimana dengan Pengguna Gratisan?

Bagi pengguna akun gratis maupun layanan ChatGPT Go, perubahan ini hampir tidak terasa. Pasalnya, secara default, sistem layanan gratisan memang sudah ditingkatkan untuk menggunakan GPT-5.2 sebagai standar operasional utama mereka.

Langkah ini juga sejalan dengan strategi OpenAI yang mulai menyisipkan iklan pada layanan gratisan mereka, sebuah langkah yang menandai berakhirnya era layanan AI tanpa gangguan bagi pengguna non-langganan.

Kontroversi dan Karakter Model AI

Sejumlah laporan dari media teknologi terkemuka, termasuk Engadget, mencatat bahwa GPT-40 memang menjadi salah satu model yang paling kontroversial dalam sejarah OpenAI. Kontroversi ini bukan karena kegagalan teknis, melainkan karena perbedaan karakter respons yang sangat kontras dengan generasi berikutnya.

Meskipun ada rasa kehilangan dari sebagian komunitas, OpenAI menegaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah menghadirkan teknologi yang paling akurat, minim kesalahan atau ‘halusinasi’, namun tetap mempertahankan performa tinggi.

Dunia kecerdasan buatan terus bergerak cepat. Pensiunnya GPT-40 hanyalah satu dari sekian banyak babak dalam evolusi teknologi yang akan terus mengubah cara manusia berinteraksi dengan mesin di masa depan.

Tinggalkan komentar